Dari Hari ke Hari

Friday, June 10, 2011

Pilihan Orang Dewasa

Saya katakan padanya bahwa bagi orang dewasa memilih jalan hidup adalah sebuah keniscayaan. Tapi lakukanlah pilihan itu secara dewasa pula. Penuh pertimbangan yang mendalam dan penghayatan. Janganlah pilihan itu dilakukan ketika sedang marah, ketika sedang kecewa, ketika hati sedang dilanda kebencian. Dia tak bergeming. Bahkan memulai putaran baru mengekspresikan kekecewaannya terhadap orang-orang yang pernah dekat dengannya selama puluhan tahun. Ditudingnya orang-orang itu sebagai kelompok yang penuh kepura-puraan. Yang hanya dekat dengannya ketika dia punya uang, dan menolaknya ketika rejeki surut.

Termangu saya dibuatnya. Memang akhir-akhir ini dia bergaul dengan beberapa teman baru yang menjadi dekat dengannya karena bersedia mendengar keluhannya dan memberinya berbagai wejangan yang masuk akal dan hatinya. Sayapun tahu bahwa teman-teman barunya itu tidak ada yang berniat buruk padanya, bahkan semuanya ingin membantu menyelamatkannya dari keterpurukan.

Tapi satu hal yang saya tidak bisa mengerti adalah keengganannya untuk memahami kelemahan dan keterbatasan orang-orang yang pernah dekat dengannya, yang pernah dicintainya sepenuh hati, yang pernah menghangatkan hatinya, yang pernah mengelilinginya dalam tawa dan tangis.

Saya ajak dia untuk kembali. Saya ajak dia untuk sembuh. Saya minta dia untuk keluar dari persembunyiannya dan menerima kenyataan hidup secara seutuhnya dan seadanya, kalau perlu dengan tangis lagi. Dan setelah itu mari kita bangun lagi hidup baru menuju keberhasilan yang membahagiakan.

Kembali, dia tak bergeming.




0 Comments:

Post a Comment

<< Home